Jumat, 26 April 2013

TOT PPKBD Kalbar dibuka Kaper dan ditutup Kabid

Setelah dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalbar pada senin (22/4) kemarin, selanjutnya  ditutup secara resmi oleh Kabid Latbang yang mewakili Kaper BKKBN Kalbar. Kegiatan TOT ini diberikan kepada tenaga pelatih PPKBD yang akan segera melatih danmembentuk serta merefitalisasi PPKBD di Kabupaten dan Kota di wilayah kalimantan barat. Diharapkan tim TOT yang terdiri dari SKPDKB, Pemda dan PKK ini dapat menumbuhkan dan mengaktifkan kembali 1200 kelompok PPKBD di Kalimantan Barat.

Materi yang disampaikan khusus tentang pencatatan dan pelaporan di tingkat desa.

CTU 2 Bidan Kabupaten Kubu Raya

Pelatihan CTU Angkatan 2 bagi bidan pada senin (22/4) yang lalu dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalbar. Acara seperti biasanya dilakukan di ruang kelas P2KS Kalbar. Acara Pembukaan dihadiri pula oleh direktur P2KS Kalbar, dr. H. Badarul M., Sp.OG. Peserta Pelatihan kali ini  berasal dari Kabupaten Kubu Raya dan berjumlah 17 orang. Setelah mendapatkan teori CTU, maka para peserta diberi kesempatan untuk menerapkan secara langsung kepada akseptor. Para akseptor ini berasal dari Kabupaten Kubu Raya.

Pacu Semangat Olahraga Karyawan

Untuk meningkatkan semangat dan gairah berolahraga bagi karyawan Perwakilan BKKBN Kalbar, baru-baru ini disediakan hadiah hiburan bagi peserta. Hadiah tersebut diberikan setelah selesai melaksanakan olahraga. Bagaimana caranya? ternyata harus diundi, karena kalau diberikan untuk seluruhnya tidak cukup.

Senin, 22 April 2013

67 % PENDUDUK INDONESIA ADALAH REMAJA, PERLU DIBEKALI PENGETAHUAN TENTANG TRIAD KRR

        Bogor (22-04-2013). Sekurang-kurangnya 67 juta penduduk Indonesia ( 24 %) adalah remaja, yang saat ini dihadapkan pada ancaman Triad KRR yakni, praktek seks bebas, Narkoba dan HIV/Aids. Berlatarbelakang kekhawatiran itulah Pusdiklat Kependudukan dan Keluarga Berencana bekerjasama dengan Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN menyelenggarakan Trainning of Trainner (ToT) Pengelolaan Bina Keluarga Remaja (BKR) mulai tanggal 21 sampai dengan 27 April 2013 di Bogor Jawa Barat. ToT ini diawali dengan kegiatan pengarahan dan Pre test, dan diikuti 35 orang Widyaiswara, calon widyaiswara dan pengelola program BKR Perwakilan BKKBN se Indonesia.

      Ket : kabid Program dan Kerjasama Pusdiklat KKB Putra Alam menyampaikan sambutan.(foto Adi)

Jumat, 19 April 2013

“Perwakilan BKKBN Kalbar Raih Rekor MURI Kategori Pendukung Pelayanan KB dan Kesehatan di wilayah Perbatasan”


            
Entikong (18-4-2013). Perwakilan  BKKBN Provinsi Kalimantan Barat memperoleh penghargaan dari  Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pendukung kegiatan Bhakti Negeri di Lintas Batas Menuju Indonesia Sejahtera 2013. Piagam Rekor Untuk BKKBN Kalbar ini diserahkan oleh perwakilan dari MURI Paulus Panka kepada Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar yang diwakili Kabid ADPIN Eka Sulistia Ediningsih SH M.Si, bertepatan dengan penutupan kegiatan Bhakti Negeri di Lintas Batas Menuju Indonesia Sejahtera 2013, yang dipusatkan di Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan Bhakti Negeri di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 123/Rajawali, bekerjasama dengan lintas sektoral.  
Penerima Rekore MURI dari kiri ke kanan:  Satgas Rajawali mewakili SIKIB, Perwakilan BKKBN Kalbar diwakili oleh Kabid Adpin, Komandan Satgas 123 Rajawali, Perwakilan Muri dan Tentara Diraja Malaisia (TDM) menerima cideramata Buku  dari Muri 

Selasa, 16 April 2013

BIDANG LATBANG BKKBN KALBAR AKAN SELENGGARAKAN TOT BAGI MITRA KETAHANAN KELUARGA

         Pontianak (16-04-2013). Setelah dalam minggu ini menyelenggarakan pelatihan Contraseptive Technology Up-Date  (CTU) Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang) Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mulai tanggal 21 sampai dengan 25 April 2013 akan menyelenggarakan Pelatihan Calon Pelatih (Trainning Of Trainner/TOT) bagi mitra kerja ketahanan keluarga. Sebagai langkah persiapan kegiatan tersebut hari ini Selasa (16-04-2013) dilakukan Rapat koordinasi dengan lintas komponen, dengan harapan agar pelaksanaan pelatihan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kepala Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Kalbar Ir.Aulia A.Arief M.Si ketika memimpin rapat perseiapan tersebut minta agar, pelaksanaan pelatihan yang diikuti 28 peserta dari unsur PKK dan Persit dari seluruh kabupaten dan kota ini direncanakan dengan baik sehingga dalam pelaksanaannya akan semakin lancar dan sukses. "Kita semua berharap agar pelatihan ini sukses dan lancar. oleh karenanya saya minta baik tenaga pengajar, materi, akomodasi maupun konsumsinya dipersiapkan dengan baik" pinta Ir.Aulia A.Arief.

            Ket : Kabid Latbang Ir.Aulia A Arief M.Si (paling kanan) memimpin rapat (foto Adi)

Sementara itu materi pelatihan yang akan disampaikan antara lain Program Kependudukan dan KB Nasional, Peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam program KB/KR, Penggerakan Masyarakat, Pembinaan Kelompok Kegiatan dan Posdaya. Karena kegiatan ini merupakan TOT, maka pada hari terakhir akan dilakukan praktek mengajar dan rencana tindak lanjut. (by Adi) 



Senin, 15 April 2013

Pelatihan CTU : ”Bidan diharapkan perkuat pencapaian PA/PB KB MKJP”

            Kubu Raya (15-04-2013). Keberadaan bidan yang bertugas di Puskesmas, tidak hanya memiliki tugas pokok dan fungsi dalam menolong persalinan, namun diharapkan dapat mendorong pencapaian Peserta Aktif dan Peserta Baru KB melalui metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) terutama implant dan IUD. Ungkapan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Ir.Aulia A.Arief M.Si mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar ketika membuka pelatihan Contraseptive Technology Up-date (CTU) angkatan I tahun 2013, yang berlangsung Senin (15-4-2013) di Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Provinsi Kalbar. Menurut Ir.Aulia A.Arief M.Si, untuk mendorong percepatan pencapaian tersebut, bidan harus terlatih dalam melakukan praktek pemasangan Implant maupun IUD, yang dalam tahap awal dapat dimulai dengan membawa sekurang-kurangnya 2 calon akseptor implan dan 2 calon akseptor IUD untuk dilakukan pemasangan kontrasepsi.